Pondok Pesantren Nuris 2 Mangli Jember memiliki asrama baru khusus untuk Mahasantri, sebutan bagi santri yang berstatus mahasiswa. Asrama baru tersebut adalah gedung asrama puteri dengan desain bangunan tiga lantai. Pada pondok pesantren Nuris 2 Terdapat dua program, yaitu program Reguler dan Program AIQ, sehingga terdapat dua gedung di PPME Nuris 2 dengan program yang berbeda. Pada gedung Reguler, ada 17 kamar di lantai 1, ada 19 kamar di lantai 2, dan 10 kamar di lantai 3 yang masing-masing diisi oleh 4 santri. Setiap lantai terdapat kamar mandi dengan total keseluruhan 22 ruang, yang terletak di setiap sudut lantai. Jumlah kamar mandi sengaja disediakan cukup memadai disesuaikan dengan jumlah santri agar tidak sampai terjadi “antrean” panjang terutama ketika jam-jam tertentu, seperti pagi sebelum berangkat kuliah atau pun sore menjelang Maghrib. Pada gedung AIQ terdapat 14 kamar di lantai 2 dan 14 kamar di lantai 3. Setiap lantai terdapat kamar mandi dengan total keseluruhan 5 ruang, yang terletak di setiap sudut lantai.
Halaman depan pondok dikonsep dengan sangat indah dan menarik untuk membuat santri semakin betah dan nyaman selama berada di Nuris 2. Sementara itu, Mushalla pesantren dibangun dengan luas agar santri dapat leluasa menggunakannya, baik ketika sholat berjamaah atau aktivitas belajar.
SEJARAH
Berdasarkan dokumen pesantren disebutkan bahwa kata Nuris 2 merupakan singkatan dari Nurul Islam. Nurul Islam merupakan nama sebuah pesantren yang didirikan pada tahun 1981 oleh KH. Muhyiddin Abdussamad yang berada di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Sementara itu, pesantren Nuris 2 berdiri pada tahun 1993 yang merupakan cabang dari pondok pesantren Nuris Antirogo. Pesantren Nuris 2 berlokasi di Kelurahan Mangli Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.
Awalnya KH. Muhyiddin Abdussamad tidak bermaksud mendirikan Pesantren Nuris 2. Beliau hanya berniat menyediakan tempat istirahat istrinya yaitu Nyai Hj. Fatimah, yang saat itu sedang aktif kuliah di IAIN Sunan Ampel Jember, yang sejak tahun 1997 beralih status menjadi STAIN Jember. Kemudian, setelah melihat perkembangan Mahasiswa STAIN pada saat itu yang terus meningkat, KH. Muhyiddin Abdussamad memperluas tanah yang dimilikinya, yang semula hanya cukup untuk satu rumah menjadi beberapa bangunan untuk dijadikan kamar santri dan musholla. Seperti itulah awal berdirinya Pesantren Nuris 2.
Pondok Pesantren Nuris 2 berdiri dimaksudkan sebagai sarana belajar untuk mahasiswa tentang keagamaan yang dibimbing oleh seorang ustadz. Berdirinya Pesantren Nuris 2 ini mendapatkan respon positif dari masyarakat dan mahasiswa. Karena keberadaannya yang sangat dibutuhkan masyarakat dan mahasiswa sehingga sebelum pembangunan seluruh asrama rampung, Pesantren Nuris 2 sudah menerima santri baru.
Sebagai pengasuh, KH. Muhyiddin Abdussamad tidak menetap di Pesantren Nuris 2 dan tidak setiap saat berada disana karena beliau juga menjadi pengasuh di Pesantren Nuris Antirogo. Hal ini juga tidak terlepas dengan kesibukan kyai dalam bidang sosial keagamaan, khususnya dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Sampai pada akhirnya kyai mempercayakan pengelolaan Pesantren Nuris 2 kepada penanggung jawab yang dipilih khusus oleh kyai. Sampai saat ini sudah tercatat 7 penanggung jawab yang pernah dan sedang menjadi pengasuh Pesantren Nuris 2, salah satunya putrinya (Ning Balqis Al-Humairah) dan menantu (Gus Abdurrahman Fathoni) dari KH. Muhyiddin Abdussomad yang sampai saat ini menjadi pengasuh seperti yang terlihat dalam tabel di bawah ini.
Daftar Nama Pengasuh PPME Nuris 2 Jember Tahun 1993 s/d 2022
Pengasuh | Nama Pengasuh | Masa Bakti |
I | Ust. Hollan Umar | 1993-1994 |
II | Ust. Mansur Fatah | 1994-1997 |
III | Drs. Ust. Tauhid Zain | 1997-1999 |
IV | Ust, Musthofa | 1999-2000 |
V | Ust. H. Abdul Karim, Lc. | 2000-2003 |
VI | Ust. M. Eksan, S. Ag, M.Si. | 2003-2016 |
VII | Gus Abdurrahman Fathoni dan Ning Balqis Al-Humairah | 2016-Sekarang
|
Sumber: Dokumentasi PPME Nuris 2 Mangli Jember.
Sejak berdirinya Pondok Pesantren Nuris 2 dan pergantian pengasuh yaitu Gus Abdurrahman Fathoni dan Ning Balqis Al- Humairo, kini pesantren tersebut mengalami perubahan dan pembaharuan progam pesantren yang disebut kegiatan kewirausahaan atau entrepreneurship dan dengan adanya progam tersebut lalu pengasuh menambahkan kata entrepreneur pada Pondok Pesantren Nuris 2 ini.
Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nuris 2 (PPME Nuris 2) adalah cabang dari Pondok Nurul Islam yang berada di Antirogo Jember. PPME Nuris 2 ini berada di bawah naungan Gus Abdurrahman Fathoni dan Ning Balqis Al-Humairo. Atas asuhan beliau pondok pesantren ini menambahkan kata “entrepreneur” sebagai ciri khasnya. Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nuris 2 Mangli Jember merupakan satu-satunya pondok pesantren disekitar kampus UIN Jember yang berbasis Entrepreneur. Pondok pesantren ini berada di Jalan Jumat No. 68 Mangli Kaliwates Jember.
Pendidikan kewirausahaan diharapkan dapat menjadi bekal santri dimasa depan dengan berbagai kemampuan sesuai dengan tuntutan zaman, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan hidup masyarakat dan dunia kerja. Pendidikan adalah kehidupan, untuk itu kegiatan belajar harus dapat membekali santri dengan kecakapan hidup yang sesuai dengan kehidupan dan kebutuhan santri. Oleh karena itu, santri akan diberikan arahan bagaimana mengelola perekonomian yang positif. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menanamkan jiwa bisnis kepada santri dan menyadarkan akan pentingnya berwirausaha.
Pelaksanaan kegiatan entrepreneurship ini dilatar belakangi oleh adanya cita-cita pengasuh agar para santri memiliki kesiapan mental untuk dapat hidup di segala kondisi nantinya dan juga mampu melahirkan para santri yang berjiwa entrepreneur.
Untuk mewujudkan kegiatan entrepreneurship ini maka dibentuklah beberapa unit usaha yang berada di PPME Nuris 2 salah satu diantara usaha-usaha tersebut adalah koperasi santri dan PT. Alam Indah Panti (real estate). Tentunya dari beberapa unit usaha yang dimiliki, PPME Nuris 2 sudah menerapkan siklus akuntansi atau pencatatan keuangan meskipun masih sederhana seperti halnya pencatatan berupa pemasukan dan pengeluaran. Hal tersebut dilakukan karena menurut pemahaman mereka yang terpenting hanya itu saja. Padahal jika proses pencatatan keuangan dibuat sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang ada maka akan lebih memudahkan pengguna laporan keuangan pondok pesantren untuk membaca hasil laporan keuangan tersebut.
Visi dan Misi Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nuris 2
Adapun visi dan misi Pondok Pesantren Mahasiswa Entrepreneur Nuris 2 yaitu:
“Mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berjiwa entrepreneur berakhlakul karimah berlandaskan aswaja dan berwawasan internasional”.
Pondok Pesantren Nuris 2 melahirkan program baru yaitu Akademi Ilmu Al-Qur’an (AIQ) pada tanggal 19 Agustus 2020 dibawah naungan PPME Nuris 2. AIQ merupakan wadah tarbiyah Ilmiyyah Amaliyyah yang mengkhususkan pada Tahfidz, bahasa Arab (kitab) serta riyadhoh yaumiyah pada mahasantri AIQ. Selain itu AIQ juga sebagai fasilitator bagi pecinta Al-quran dan bahasa arab kepada kaum khalayak diluar pesantren. AIQ merupakan fasilitator diklat bagi para guru/calon guru Al- quran berkualitas dan bahasa arab dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat cinta al-quran. Pada program AIQ terdapat dua jurusan yaitu Bahasa Arab dan Tahfiz. Tenaga pendidik professional yang diberikan juga disesuaikan dengan kualifikasi tertentu.
Seiring berkembangnya waktu, santri yang berminat pada program AIQ semakin bertambah, sehingga didirikan gedung baru khusus AIQ, yang awal mulanya satu atap bersama santri program reguler. Selain itu, pembangunan fasilitas gedung baru tersebut bertujuan agar kegiatan AIQ dan Reguler dapat dilaksanakan dengan nyaman sesuai dengan programnya masing-masing karena kedua program tersebut memiliki visi dan misi yang berbeda.
Melahirkan generasi umat yang berkarakter Qur’ani serta berjiwa entrepreneur (mandiri) dalam membangun peradaban islam masa depan.
Sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas di PPME Nuris 2 bisa dikatakan belum berjalan dengan baik karena komponen sistem yang ada belum sesuai dengan ISAK 35. Sebagai salah satu komponen sistem, sumber daya manusia sudah mempunyai pembagian tugas yang tertera dan tersusun sesuai dengan tupoksinya.